Batam -SuaraHebat.com_- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menegaskan bahwa pengawasan dan patroli di seluruh wilayah perairan dan kawasan kelautan wilayah kerja Kepri harus tetap berjalan ketat dan maksimal, meskipun saat ini masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sarana transportasi dan armada laut yang belum memadai.
Sebagai wilayah yang memiliki karakteristik geografis berupa ribuan pulau, garis pantai yang panjang, serta berbatasan langsung dengan negara tetangga, wilayah perairan Kepri menjadi salah satu jalur lintas yang paling sibuk sekaligus rawan terhadap berbagai pelanggaran keimigrasian. Jalur-jalur laut yang banyak, dermaga-dermaga kecil, serta perairan yang sempit maupun terbuka menjadi celah yang harus diawasi agar tidak disalahgunakan untuk penyelundupan manusia, perdagangan orang, maupun perlintasan tanpa dokumen resmi.
Kepala Kanwil Imigrasi Kepri Guntur S Hamonangan menyampaikan bahwa tantangan geografis ini menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi. Menurutnya, seketat apa pun aturan yang ada, tidak akan efektif jika pengawasan di lapangan lemah. Oleh karena itu, meskipun jumlah kapal atau perahu operasional yang dimiliki saat ini belum sebanding dengan luasnya wilayah yang harus dijaga, petugas di lapangan tetap diarahkan untuk mengoptimalkan segala sumber daya yang ada.
"Kami sadar betul bahwa untuk menjaga keamanan dan ketertiban di laut, patroli yang rutin dan merata adalah keharusan. Perairan dan kawasan kelautan memang harus dikawal dengan sangat ketat, tidak boleh ada kelonggaran sedikit pun. Kendala ketersediaan armada dan transportasi laut yang belum memadai tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan pengawasan," tegasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, saat ini strategi yang diterapkan adalah dengan memaksimalkan pola patroli terpadu, koordinasi erat dengan instansi terkait seperti TNI AL, Polisi Air, Bea Cukai, serta pemerintah daerah, dan memanfaatkan titik-titik pengawasan strategis. Petugas juga terus berupaya melakukan pemantauan berbasis informasi dan intelijen agar keberadaan armada yang terbatas dapat ditempatkan di lokasi yang paling berisiko.
Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap agar keterbatasan sarana ini segera mendapatkan perhatian. Penambahan armada laut yang layak dan memadai dinilai sangat diperlukan agar jangkauan pengawasan bisa lebih luas, hingga ke pulau-pulau terluar dan perairan perbatasan yang sulit dijangkau, sehingga kedaulatan wilayah dan ketertiban keimigrasian di perbatasan laut Indonesia benar-benar terjamin sepenuhnya.(Gokkon)
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Temuan BPK Rp 214,77 Juta di DPRD Riau Disorot Ada Dugaan Pengadaan Fiktif
Polda Jambi Ungkap Dugaan PETI di Bungo, 2 Excavator Disita dan 4 Orang Jadi Tersangka
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik



